7 Apr 2013

Artikel Sejarah Lokal


        REVOLUSI FISIK DI SUKOREJO PASURUAN ANTARA TAHUN 1946 - 1947*[1]

Himawan Rizky P.N*[2]
100731407182
Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang
Kata Kunci : Tentara, Laskar, Kemerdekaan

ABSTRAK
Dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia yang telah di proklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 masih terjadi pergolakan perjuangan rakyat Indonesia di daerah - daerah yang menyebabkan pertempuran dengan tentara Belanda yang masih ingin menjajah Negara Republik Indonesia.
Pertempuran yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia yang merupakan wujud dari perjuangan rakyat Indonesia guna mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia ini terjadi khususnya mulai di daerah Surabaya kemudian berlanjut ke karesidenan Pasuruan sampai ke Karesidenan Malang.
Perjuangan mempertahankan kemerdekaanini tidak lepas dengan peran tokoh – tokoh islam pada waktu itu serta pasukan santri yang di latih untuk membantu usaha melawan sekutu dan belanda ini dinamakan Laskar yang beranggotakan para santri – santri yang ada di pondok pesantren di sekitar malang.
Para laskar santri itu di kirim untuk membantu berjuang di garis depan di Surabaya melawan sekutu yang bertempur sampai meliputi karesidenan Pasuruan hingga sampai ke karesidenan Malang

1.  PENDAHULUAN

Usaha dalam mempertahankan kemerdekaan di daerah khususnya yang berada mulai dari Surabaya kemudian menyebar sampai ke karesidenan Pasuruan sampai pada akhirnya di karesidenan Malang ini di lakukan oleh rakyat Indonesia baik warga sipil maupun tentara - tentara yang tergabung dalam satuan tempat atau batalyon - batalyon yang berada di desa - desa daerah pergolakan terjadi yang menghendaki agar tentara - tentara Belanda yang masih berada di sekitar Surabaya, Pasuruan, dan Malang pergi dan tidak melakukan praktik - praktik penjajahan lagi karena Indonesia sudah menjadi Republik yang merdeka.
Pertempuran fisik mempertahankan kemerdekaan yang terjadi di awali di Surabaya yang merupakan anggota dari laskar - laskar yang terbentuk di Singosari Malang, pertempuran fisik di Surabaya ini bertujuan untuk merebut kembali kota wonokromo dari Belanda dan Sekutu. Para pasukan laskar ini siap bertempur di garis terdepan melawan penjajah dengan berbekal senapan, bambu runcing, ketapel, senjata tajam (samurai, keris, dll) yang sebelumnya sudah di do’akan oleh para kyai agar dapat membantu menumpas para penjajah dan dapat merebut kota Wonokromo sebagai basis pertama pertahanan rakyat di daerah Surabaya (Dewan Harian angkatan’45, 2002:5-6).

Pertempuran yang berada di karesidenan Surabaya itu pada awalnya di fokuskan untuk merebut kembali kota Wonokromo yang di gunakan sebagai pertahanan pertama para pejuang dan lascar islam unutk melawan sekutu dan Belanda, namun walaupun para pejuang sudah berusaha dengan darah dan nyawa tetap adanya korban dari peperangan ini tidak dapat di elakkan lagi,5 anggota dari laskar dan para pejuang yang berada di garis depan pertahanan di karesidenan Surabaya ini gugur. Jenazahnya kemudian di bawa kembali ke Malang untuk di makamkan di Taman Makam Pahlawan Suropati ( yang kemudian menjadi penghuni pertama dari T.M.P Suropati Malang tersebut ), dengan gugurnya lima anggota laskar pejuang yang berada di garis depan dan serangan pasukan sekutu yang semakin gencar guna menghindari banyak korban lagi para pasukan pejuang dan laskar islam yang berada di garis depan ini mundur sampai sebelah selatan ke desa Carat Gempol untuk mengatur pertahanan dari sekutu dan Belanda kembali (Dewan Harian angkatan’45, 2002:7).
Ketika Dekrit Presiden merubah nama TRI (Tentara Rakyat Indonesia) menjadi TNI (Tentara Nasional Indonesia) perjuangan rakyat Indonesia tidak berhenti sampai di situ, Karena sekutu dan Belanja semakin gencar menggempur basis – basis pertahanan para pejuangan Indonesia baik yang menjadi anggota tentara maupun yang sipil yang ingin membantu kemerdekaan Indonesia seutuhnya, maka kompi IV di bawah pimpinan Lettu Abdul Samad Tarsan yang merupakan salah satu pimpinan TRI yang menjadi TNI di malang melaksanakan tugasnya di Kalianyar Bangil Pasuruan yang telah di tunggu oleh rakyat Kalianyar Bangil untuk berjuang mempertahankan kedaulatan Indonesia secara utuh.
Namun dalam perjalannya para tentara yang berangkat bertugas ke Kalianyar Bangil ini terjadi kejadian – kejadian yang bias di anggap heroic karena mendapat kejaran ataupun perampasan dari pasukan sekutu dan Belanda, serta terjadi kontak tembak pada saat istirahat. Namun pasukan pejuang kita tidak tinggal diam, para pasukan pejuang yang terdiri dari para tentara yang di kirim dari karesidenan Malang untuk di tugaskan di Kalianyar Bangil ini juga menyerang dan menyergap pos – pertahanan Belanda yang berada di pinggiran kota yang di lalui,dan menahan orang – orang yang di anggap memihak terhadap Belanda (Dewan Harian angkatan’45, 2002:14).

Di perjalanan menuju Kalianyar Bangi para pejuang Indonesia di wakili oleh tentara kompi IV salah satunya menyerbu markas Belanda yang berada di Puspo Pasuruan untuk menyelamatkan tawanan Belanda yaitu Letnan Acub Zainal yang di tawan oleh Belanda di Puspo, sebelumnya para pasukan Belanda yang berada di markas di Puspo tersebut sudah di berikan surat ultimatum dari pimpinan pusat pejuang tentara yang berada di Malang untuk menyerah karena markas tersebut telah di kepung oleh pasukan pejuang tentara Indonesia. Dengan itu maka para pasukan Belanda itu menyerah tanpa ada perlawanan yang berarti dan semua senjata yang ada di lucuti dan di rampas, namun bala bantuan Belanda datang yang kemudian para pejuang apsukan tentara Indonesia ini meniggalkan markas Belanda yang sebelumnya telah menyelamatkan Letnan Acub Zainal dan menahan para tentara Belanda di markasnya sendiri.
Sebelumnya pasukan pejuang tentara yang berada dalam pimpinan Lettu Abdul Samad Tarsan ini mengadakan gabungan dengan pejuang lain yaitu pasukan tentara dari kompi lain (Batalyon 96 Sultan Agung) untuk melakukan penyerangan terhadap markas sekutu yang berada di Nongojajar Pasuruan. Pada pukul 06.00 pertempuran pun di mulai walaupun pasukan sekutu dan Belanda yang berada di markasnya di daerah Nongkojajar Pasuruan itu tidak banyak, namun perlawanan tetap di lakukan dengan bertahan di dalam box – box perlindungan lubang bawah tanah sehingga pasukan pejuang tentara Indonesia kesulitan menembus ke dalam markas, walaupun sudah menggunakan senjata lengkung dari Jepang (Kekidanto) dan granat. Para pejuang yang melakukan gabungan dengan tekad bulad ingin merebut markas sekutu dan Belanda yang berada di Nongkojajar ini dengan serentak menyerbu markas sekutu dan Belanda sehingga dapat di rebut dan di duduki meskipun hanya 3 jam karena pasukan sekutu dan Belanda datang dengan truk – truk yang penuh dengan pasukan Infanteri dan pesawat terbang yang melakukan pengintaian dari udara, dengan kekuatan yang baru di datangkan sekutu dan Belanda dari markasnya di Purwodadi maka para pejuang tentara Indonesia menghindari pertempuran lagi karena kelelahan dan keterbatasan amunisi yang ada sehingga melakukan konsolidasi dengan pasukan gabungan ke tempat lain (Dewan Harian angkatan’45, 2002:15).
Dalam meneruskan pejalanan menuju Bangil Pasuruan para pejuang tentara Indonesia ini berpapasan dengan pasukan sekutu dan Belanda di daerah Gerbo, sehingga kontak senjata pun tak bisa di hindari lagi, karena pasukan pejuang tentara Indonesia ini berada di atas ketinggian dan strategis dalam melakukan perlawanan sehingga pasukan sekutu dan Belanda mundur dan mencari bantuan kepada pos pasukan sekutu dan Belanda yang berada di Gerbo. Kemudian yang meneruskan perjalanan kembali untuk ke Bangil, sesampainya di Raci Bangil para pasukan pejuang tentara Indonesia sampai sekitar jm 16.30, namun baru sampai di Raci pasukan tentara Indonesia di ketahui keberadaannya oleh tentara sekutu dan Balanda yang melakukan patrol dengan menggunakan pick up. Sehingga para pasukan tentara pejuang Indonesia menyebar dan berlarian kearah semak – semak di bukit lapangan Raci, namun pasukan patrol sekutu dan Belanda tidak tinggal diam saja, kemudian tentara sekutu dan Belanda melakukan pengejaran dengan menggunakan panser dan tank lapis baja, namun ketika hari sudah gelap para pasukan sekutu dan Belanda itu mundur dan meniggalkan lapangan Raci (Dewan Harian angkatan’45, 2002:16).



2.  PERTEMPURAN DI SUKOREJO PASURUAN
Pada masa perlawanan terhadap sekutu di karesidenan Surabaya dan Pasuruan yang juga meliputi daerah malang, yang di lakukan oleh para pejuang rakyat Indonesia baik yang merupakan kelompok organisasi yang besar layaknya TNI yang menjadi aparatur Negara, maupun juga laskar – laskar kelompok islam yang ingin mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Itu juga yang di lakukan oleh rakyat yang ada di daerah sekitar Pandaan, Tretes, Prigen atau juga bisa di sebut berbatasan dengan Sukorejo.
Pertempuran yang pada mulanya di lakukan di daerah Tretes terhadap markas sekutu dan Belanda di villa 2,namun dengan letaknya yang strategis di atas ketinggian sehingga pasukan tentara Indonesia sukar menembus markas tersebut yang juga medan yang berbukit – bukit, hal itu di tandai dengan gugurnya dua pasukan dari Indonesia. Meskipun telah ada gabungan pasukan yang di tambah dari daerah Trawas tetap belum mampu untuk merebut markas sekutu dan Belanda.
Pasukan Indonesia yang berada di daerah Tretes yang mencoba melakukan penyerangan dan ingin merebut markas pasukan sekutu dan Belanda yang berada di villa 2 yang pada akhirnya belum mampu merebut markas sekutu dan Belanda itu  berupa pasukan militer sekompi yang di pimpin oleh M. Yasin. Setelah mendapat perlawanan yang menewaskan dua orang pasukan itu kemudian pasukan tentara Indonesia ini turun menuju Pandaan dan melakukan serangan terhadap pos – pos pasukan sekutu dan Belanda yang ada di Pandaan dan berhasil menahan 8 pasukan sekutu dan Belanda serta merampas peralatan pertempuran yang ada di pos – pos pasukan sekutu dan Belanda tersebu.
Yang kemudian dengan keberhasilan pasukan pimpinan M. Yasin ini meneruskan menyisir daerah – daerah yang di anggap akan menjadi basis pasukan sekutu dan Belanda untuk melancarkan usaha mereka dalam menguasai kembali Indonesia, yang di tandai melalui serangan besar – besaran pasukan sekutu dan Belanda di daerah Prigen dan sekitar serta mencakup Sukorejo menjadi sasaran terhadap serangan para Pasukan sekutu sehingga memaksa mundur para pejuang Indonesia yang berada di sekitar daerah tersebut. Dengan perjalanan mundur ke ngampit para paukan Indonesia terus menerus di hujani tembakan – tembakan dari para pasukan sekutu dan Belanda.
Dalam kesulitan menghindari serangan dari pasukan sekutu dan Belanda, terjadi kontak senjata dan sampai menjadi pertempuran yang sangat sengit, dalam pertempuran tersebut banyak dari pasukan pejuang Indonesia gugur karena terdesak oleh serangan yang di lakukan oleh pihak sekutu dan Belanda. Gugurnya pasukan pejuang Indonesia ini ada 6 orang yang kemudian menjadi awal di kuburkan di taman makam pahlawan di Sukorejo yang menjadi satu – satunya taman makam pahlawan di daerah pinggiran karesidenan Pasuruan. Hal tersebut menjadi bukti bahwa perjuangan yang di lakukan oleh rakyat Indonesia dalam rangka ingin merasakan perjuangan yang seutuhnya yang di lakukan untuk masa depan Negara Republik Indonesia yang masih baru Merdeka ini, korban yang ada di pihak Indonesia ini menjadi bentuk revolusi fisik yang terjadi dengan keruntutan dan dampak dari pertempuran – pertempuran yang ada di sekitar karesidenan Surabaya dan Pasuruan dan meliputi Malang (Dewan Harian angkatan’45, 2002:26).
3.  KESIMPULAN
Perjuangan yang di lakukan rakyat oleh Indonesia baik yang tergabung dalam pasukan tentara atau laskar – laskar muslim sebagai bentuk usaha dalam mempertahankan kemerdekaan di daerah khususnya yang berada mulai dari Surabaya kemudian menyebar sampai ke karesidenan Pasuruan sampai pada akhirnya di karesidenan Malang ini di lakukan oleh rakyat Indonesia baik warga sipil maupun tentara - tentara yang tergabung dalam satuan tempat atau batalyon - batalyon yang berada di desa - desa daerah pergolakan terjadi yang menghendaki agar tentara - tentara Belanda yang masih berada di sekitar Surabaya, Pasuruan, dan Malang pergi dan tidak melakukan praktik - praktik penjajahan lagi karena Indonesia sudah menjadi Republik yang merdeka.
Pertempuran fisik mempertahankan kemerdekaan yang terjadi di daerah karesidenan Surabaya dan Pasuruan yang juga meliputi Malang ini menjadi bukti bahwa perjuangan yang di lakukan oleh rakyat Indonesia dalam rangka ingin merasakan perjuangan yang seutuhnya yang di lakukan untuk masa depan Negara Republik Indonesia yang masih baru Merdeka ini, Karesidenan Surabaya dan Pasuruan dan meliputi Malang yang menjadi bukti adanya revolusi fisik dengan terdapanya T.M.P di daerah Sukorejo untuk menghormati para pasukan yang telah rela gugur demi Bangsa dan Negaranya.


[1] Tugas ini berguna untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Lokal yang di bimbing oleh P. Marsudi.
[2] Saya mahasiswa Universitas Negeri Malang program Pendidikan Sejarah tahun ajaran 2010 off C, alamat saya Jl. Raya Sengon Purwosari no.6 kecamatan Purwosari kabupaten Pasuruan, email : rasta.reegae@gmail.com

Artikel Sejarah Amerika

        SISTEM KEPARTAIAN DI AMERIKA SERIKAT*[1]

Himawan Rizky P.N*[2]
100731407182
Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang
Kata Kunci : Politik, Pemerintahan, Partai

ABSTRAK
Amerika Serikat merupakan Negara super power dunia yang menguasai perekonomian, militer, serta teknologi di dunia. Pada saat ini Amerika Serikat merupakan Negara yang menganggap dirinya merupakan Negara yang paling demokratis di dunia dengan menerapkan kebebasan sepenuhnya kepada masyarakatnya, hal ini di dukung oleh sistem politik yang di anut Amerika Serikat.
Sistem politik dan pemerintahan di Amerika Serikat memiliki tradisi yang kuat dan berakar di dalam kehidupan masyarakatnya sehingga di anggap menjadi benteng demokrasi dan kebebasan, demokrasi di Amerika Serikat bersanding dengan sistem presidensial. Sistem politik dan pemerintahan Amerika Serikat ini pada masa sekarang banyak di tiru di berbagai Negara di belahan dunia yang menginginkan kebebasan bersuara, berpendapat, mendapatkan hak-hak sebagai warga Negara di berbagai Negara didunia di berlakukan.
Sistem kepartaian di Amerika Serikat menganut sistem dwipartai, atau dua partai yang menjadi partai utama dalam setiap pemilu yang berlangsung di Amerika Serikat, kedua partai ini berperan menjadi partai penguasa dan partai oposisi.
PENDAHULUAN


Bendera Amerika Serikat
Amerika Serikat merupakan Negara yang mendeklarasikan kemerdekaannya pada 4 juli 1776, pada awal masa kemerdekaannya Amerika serikat banyak terlibat perang dengan Britania Raya yang ingin mengambil alih koloni Inggris di Amerika Serikat yang menyatakan memisahkan diri dan mendeklarasikan kemerdekaannya, namun keinginan Inggris tidak serta merta mudah mendapatkan apa yang di inginkan. Inggris harus terlibat peperangan dengan Amerika Serikat yang mendapat bantuan dari sekutu mereka Prancis yang mempunyai dendam kekalahan perang dengan Britania Raya sehingga menyatakan diri membantu Amerika Serikat yang berperang dengan Britania Raya atau Inggris.
Sistem pemerintahan di Amerika Serikat di dasarkan pada konstitusi atau UUD pada tahun 1787 yang di rancang dan di rumuskan oleh tokoh-tokoh pemikir Amerika Serikat pada masa itu seperti Washington, James Madison, Alexander Hamilton, dan Gouverneur Morris. Konstitusi ini berperan dalam mendirikan pemerintahan nasional yang lebih kuat dan memiliki tiga cabang yang terpisah secara tegas dengan menggunakan sistem check and balance yang berguna untuk saling mengawasi dan menyeimbangkan hak dan kewajiban serta menjamin kebebasan masyarakatnya.
Tiga cabang yang berperan penting dalam mendirikan pemerintahan nasional Amerika Serikat secara kuat yaitu: eksekutif (Presiden dan kabinetnya), legislatif (Dewan Perwakilan Rayat dan Senat), dan yudikatif (pengadilan federal). Konstitusi ini diratifikasi oleh negara-negara bagian pada tahun 1788. Pada tahun 1789, Washington terpilih sebagai presiden pertama. Pada tahun 1795, Kongres menyetujui Traktat Jay, yang membuka perdagangan dengan Britania. Traktat ini dibuat dengan tujuan memperbaiki hubungan dengan Britania (Garis Besar Sejarah Amerika: 61-77)*[3].
Dalam pemilu tahun 1796, John Adams berhasil mengalahkan Thomas Jefferson. Pemilu ini merupakan pemilu antar dua partai politik pertama di Amerika Serikat. Sebagai presiden, Adams membuat Angkatan Darat dan Laut Amerika Serikat menjadi lebih besar. Jefferson berhasil mengalahkan Adams pada pemilu tahun 1800. Salah satu hal penting yang dilakukannya sebagai presiden adalah membeli Louisiana dari Perancis. Jefferson mengirim Lewis dan Clark untuk memetakan Pembelian Louisiana. Presiden Jefferson juga berusaha menghentikan perdagangan dengan Inggris dan Perancis, yang sedang terlibat dalam perang. Perang meletus antara Amerika Serikat dan Inggris pada tahun 1812 ketika James Madison menjabat sebagai presiden. Perang ini disebut Perang 1812. (Sumber: http://www.kaskus.us | ID: 2907473 : 5-6)*[4]
Sebenarnya Amerika Serikat adalah Negara yang menganut sistem multipartai, tapi banyak orang yang mengira kalau Amerika Serikat adalah Negara yang menganut sistem dua partai. Hal ini dikarenakan besarnya pengaruh media (baik Amerika Serikat dan asing) yang selalu memberitakan kabar dari dua partai Amerika Serikat yang paling berkuasa di negara tersebut yaitu partai Demokrat dan partai Republik. Selain Demokrat dan Republik, setidaknya Amerika Serikat memiliki 38 partai kecil lainya selain dua partai itu, bahkan partai komunis dan sosialis juga ada di Amerika Serikat. (dalam:http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_ political_parties_in_the_United_States)*[5].
Hanya saja keberadaan beberapa partai kecil tersebut tidak dapat menandingi partai Demokrat dan Republik dikarenakan sedikitnya jumlah masing-masing pendukungnya di Amerika Serikat. Sehingga hal tersebut menjadi merugikan bagi partai-partai kecil tersebut untuk tidak ikut maju mengajukan calon kandidat presiden AS dari masing-masing partai. Akhirnya, partai-partai kecil tersebut hanya turut memberikan dukungan (suaranya) terhadap salah satu dari dua partai besar tersebut. Hal yang menjadikan sulitnya partai kecil tersebut mengajukan calon dikarenakan sistem pemilihan calon presiden di AS berdasarkan pada single member constituency (sistem distrik), yaitu di mana dalam setiap daerah pemilihan hanya dapat dipilih satu wakil saja yang mewakili partai. Sistem pemilihan ini cendrung menghambat pertumbuhan partai kecil, sehingga dengan demikian memperkokoh sistem dwi-partai, yaitu partai penguasa dan partai oposisi. (Miriam Budiardjo, 2008:418)*[6]
SISTEM KEPARTAIAN DI AMERIKA SERIKAT
Sistem kepartaian di Amerika Serikat di dasarkan pada UUD konstitusi yang di rumuskan pada tahun 1787 oleh para pemikir dan pemimpin Amerika Serikat pada waktu itu, sistem kepartaian ini di pengaruhi oleh sistem pemerintahan yang di gunakan oleh Amerika Serikat. Sistem pemerintahan Amerika Serikat mempunyai pokok  negara republik dengan bentuk federasi (federal) yang terjadi atas 50 negara bagian dan ada pembagian kekuasaan antara pemerintah pusat dengan pemerintah Negara bagian.
Adanya pemisahan kekuasaan yang tegas antara eksekutif, legislatif dan yudikatif. Eksekutif yang dipegang oleh seorang Presiden yang di pilih secara langsung oleh rakyat beserta wakilnya yang bertugas membentuk kabinet dan mengepalai institusi departemen dan non depatemenl pertanggung jawaban badan eksekutif ini langsung kepada seluruh rakyat bukan kepada kongres (parlemen di Amerika Serikat).
Badan legislatif berada di tangan kongres (parlemen) yang terdiri atas dua bagian yaitu senat dan badan perwakilan, senat di pilih oleh rakyat setiap Negara bagian memilih 2 orang senator sehingga total ada 100 orang senator yang masa jabatannya 6 tahun namun setiap 2 tahun dua pertiganya di perbaharui. Sedangkan badan perwakilan dipilih oleh rakyat dengan masa jabatannya 2 tahun.
Kekuasaan yudikatif berada pada Mahkamah Agung. Mahkamah agung ini yang menjamin tegaknya kebebasan dan kemerdekaan individu rakyat serta tegaknya hukum di Amerika Serikat. Sistem kepartaian di Amerika Serikat menganut sistem dwi-partai. Ada 2 partai besar yang menentukan sistem politik dan pemerintahan Amerika Serikat, yaitu partai Demokrat dan partai Republik. Dua partai ini berperan bergantian menjadi partai penguasa dan partai oposisi.
Kita merujuk pada situasi saat ini yang menjadi penguasa adalah partai demokrat sehingga partai republik berperan sebagai partai oposisi yang bertugas mengecam dan mengkritik segala kebijakan partai penguasa yang menurut partai oposisi tidak memihak kepada rakyat, atau sama halnya pada tahun 2003 ketika Amerika Serikat masih di pimpin oleh George W. Bush yang menjadi partai penguasa adalah partai republik dan yang menjadi partai oposisi adalah partai demokrat yang saat itu partai oposisi mengecam dan mengkritik kebijakan pemerintah yang mengeluarkan anggaran pemerintah untuk berperang(aguzsudrazat.blogspot.com/2012/07)*[7]
KESIMPULAN
Amerika serikat merupakan Negara yang menganut demokratis yang telah berakar yang tercermin dalam UUD konstitusinya, dengan memberikan kebebasan secara penuh terhadap hak-hak warga negaranya. Hal ini terdapat pada sistem politik pemerintahannya yang pada dasarnya merupakan Negara dengan multipartai, tetapi dengan sistem pemilihan distrik atau Negara bagian mengkrucutkan hanya pada dua partai besar di Amerika Serikat sehingga sepertinya hanya dua partai tersebut yang bersaing memperebutkan kekuasaan di Amerika Serikat pada setiap pemilu yang berlangsung di Amerika serikat.
Amerika Serikat juga memisahkan kekuasaan pemerintah secara tegas dan membagi menjadi tiga kekuasaan yang menganut chech and balance sehingga dari ketiga lembaga kekuasaan tersebut tidak ada yang menonjol atau lebih jelasnya lebih berimbang dengan control dari lembaga yang lain. Ketiga lembaga tersebut adalah Eksekutif yang di pegang Presiden sebagai kepala Negara dan kepala pemerintahan yang bertanggung jawab langsung kepada rakyat, Legislatif atau parlemen yang di sebut kongres yang di bagi menjadi dua yaitu senat dan badan perwakilan, yudikatif yaitu Mahkamah Agung yang berperan menjamin kebebasan individu dan hak warga Negara secara tegaknya hokum di Amerika serikat.
Dalam sistem pemerintahan presidensial, badan eksekutif dan legislatif memiliki kedudukan yang independen. Kedua badan tersebut tidak berhubungan secara langsung seperti dalam sistem pemerintahan parlementer. Mereka dipilih oleh rakyat secara terpisah.






[1] Tugas ini berguna untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Amerika yang di bimbing oleh P. Marsudi.
[2] Saya mahasiswa Universitas Negeri Malang program Pendidikan Sejarah tahun ajaran 2010 off C, alamat saya Jl. Raya Sengon Purwosari no.6 kecamatan Purwosari kabupaten Pasuruan, email : rasta.reegae@gmail.com
[3] Merupakan sumber dari buku elektronik atau e-book tentang garis besar sejarah amerika
[4] Merupakan sumber  internet yang berbentuk file pdf.
[5] Wikipedia merupakan sumber yang berupa ensiklopedia yang  bebas di akses di internet
[6] Budiardjo, M. 2008. Dasar – Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
[7] Merupakan sumber dari internet berupa blog tentang sistem di Amerika Serikat